Etika dalam Perjalanan Kehidupan

Etika sebagai suatu refleksi dalam manusia, mempunyai perjalanan yang sangat panjang.

Sejarah atau bahasa etika mungkin sudah sering kita dengar bahkan digambarkan dalam berbagai referensi. Namun tahukah fenomenanya sekarang, hampir secara tidak sadar banyak gejala yang timbul di lapangan disebabkan karena nilai etika yang terus terkikis. Sebabnya tentu kita ketahui bersama bahwasanya generasi kita lebih dari generasi sebelumnya yang dimana sekarang kita lebih dihadapkan pada masalah moral yang baru dan bisa dikatakan cukup berat.

Masalah-masalah itu timbul karena pekembangan zaman yang pesat dalam berbagai bidang termasuk ilmu dan teknologi namun tidak luput juga karena adanya pergeseran dalam niali sosial-budaya yang sangat mendalam yang pada waktu bersamaan berlasnung secara masiv.

Tidak bisa dielakan bahwa nilai-nilai etika banyak menyimpan pertanyaan yang sangat fundamental. Taru saja bahkan seorang Aristoteles pun mengatakan, bahwa etika sebaiknya tidak dipelajari oleh orang muda, antara lain karena mereka belum memiliki cukup pengalaman hidup untuk menangkap dan menilai dengan semestinya jangkauan serta bobotnya masalah-masalah etis.

Sejalan dengan pemaparan diatas, memang cukup kompleks ketika berbicara esensi dari nilai etika. Namun disisi lain kita tidak bisa menghidar bahwa nilai etika selalu ada dalam berkehidupan.

Nah maka dari itu tidak ada salahnya apabila kita memahami atau menanamkan kembali nilai-nilai etika yang kian terkikis.

Secara definisi Bertens dalam bukunya mengatkan, bahwa Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu Ethos yang dimana dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti, seperti (tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang habitat: kebiasaan, adat, akhlak watak: perasaan, sikap, cara berpikir.)
Adapun dalam arti jamak ta etha yang artinya adalah (adat kebiasaan). Kemudian Jika di artikulasikan perumusan etika dapat dipertajam menjadi tiga makna, diantaranya:

  1. Kata “Etika” bisa dipakai dalam arti; nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah laku
  2. “etika’ berarti juga; kumpulan asas atau nilai moral. Yang dimaksud disini adalah kode etik.
  3. “etika” mempunya arti lagi ilmu tentang yang baik atau yang buruk, etika bisa dikatakan menjadi ilmu, bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik atau buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat sering kali tanpa disadari menjadi bahanrefleksi bagi suatu sistem penelitian sistematis dan metodis.

Setelah dijelaskan diatas, maka dapat ditrik benang merahnya bahawa nilai dari etika memiliki peran penting dalam kehidupan yang selalu terbawa dalam kehidupan sehari-hari.(Lutfi S. Suhandi)

Terima Kasih Untuk Berbagi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori