Jangan Sombong, Di Atas Langit Masih Ada Langit!

HUMANIORA

Jadi manusia itu tidak boleh sombong, karena punya beking oleh si A atau si B. Karena belum tentu si A atau si B akan selamanya membantu Anda sebagai Manusia. Kesombongan seyogyanya hanya milik Tuhan sang Pencipta Alam ini. Biarkan Dia Sombong, karena memang dia Maha segalanya.

Sombong dalam bahasa agama bisa diartikan dengan Takabur, atau yang membanggakan diri. Orang sombong selalu membanggakan dirinya, sehingga lupa bahwa semua yang dimilikinya hanyalah karena karunia Allah SWT semata. Dan karunia itu harus disyukuri bukan untuk dibangga-banggakan kepada orang lain. Sikap merasa dirinya lebih dari pada orang lain dan memandang rendah orang lain serta tidak mau taat/ tunduk kepada Allah SWT. Penyebab sikap takabur : harta, kedudukaan, ilmu & keturunan. Sifat takabur hampir sama dengan sifat ujub. Dimana sifat ujub adalah menganggap kelebihan yang ada pada dirinya adalah atas usahanya sendiri. Sedangkan sifat takabur mengganggap dirinya lebih mampu dan meremehkan orang lain.

Wala tusa’ir khaddaka linnasi wala tamsyi fil ardi maraha. Innallaha la yuhibbu kulla mukhtalin fakhurin(18) Waqsid fi masyyika wagdud min sautika. Inna ankaral aswati lasautulhamiru(19)”. (QS. Lukman : 31/ 18 – 19)

Artinya : ”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri(18) Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai (19)”. (QS. Lukman : 31/18 – 19)

Salah satu ciri orang sombong adalah suka mencela dan membesar-besarkan kesalahan orang lain, Orang yang takabur selalu menyangka bahwa dirinyalah yang benar, baik, dan mulia serta mampu melakukan segala sesuatu. Sedangkan orang lain dianggap rendah, kecil, hina dan tak mampu berbuat sesuatu. Bahkan orang lain dimatanya selalu berbuat salah.

Menurut Imam Al- Ghazali ada tujuh kenikmatan yang menyebabkan seseorang memiliki sifat takabur yaitu :

  1. Ilmu pengetahuan, orang yang berilmu tinggi atau berpendidikan tinggi merasa dirinya orang yang paling pandai bila dibandingkan dengan orang yang tidak berilmu atau berpendidikan
  2. Amal ibadah yang tidak jelas dapat menyebabkan sifat takabur apalagi bila mendapat perhatian dari orang lain
  3. Kebangsawanan, dapat menyebabkan takabur karena menganggap dirinya lebih tinggi derajadnya daripada kelompok atau kasta lain
  4. Kecantikan dan ketampanan wajah, menjadikan orang merendahkan orang lain dan berperilaku sombong
  5. Harta dan kekayaan, dapat menjadikan orang meremehkan orang miskin
  6. Kekuatan dan kekuasaan, dengan kekuatan dan kekuasaan yang dimilikinya ia dapat berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain tanpa melihat statusnya
  7. Banyak pengikut, teman sejati, karib kerabat yang mempunyai kedudukan dan pejabat-pejabat tinggi.

Bahkan karena kesombongannya, Tuhan pun bisa jadi dilawan. Dengan tidak mempercayainya sebagai perintah Tuhan, atau bahkan firman Tuhan pun dianggap sebagai kebohongan.

Tidak bermaksud untuk menyindir siapapun, tulisan ini untuk mengingatkan diri sendiri saja. namun kalau pas kebetulan ada yang pas dengan pembaca atau dukungan pembaca kepada junjunannya, itu hanya perasaan anda saja. Ini hanya sarana pengingat, Janganlah Sombong. Karena di atas langit, masih ada langit.

Selamat menikmati kopi, Kalau mau ngopi, Cobain Kopi Sumedang. Mantap rasa kopi asli. Nikmatnya Kopi Giling, Bukan Kopi Gunting. #IniBukansombong, #IniIklanKopi. Minat Hubungi WA 081214266173.

Tulisan ini pernah di muat juga di Kompasiana.com/rauf.nnuryama

Menyalinkode AMP

Tinggalkan Balasan