Krisis Air Tanah Di KAWASAN PERKOTAAN JATINANGOR

Ada pertanda “semiotika”, Jatinangor itu Sumedang ngadaun ngora . Kawasan Perkotaan Jatinangor pintu perubahan arsitektur “lanskap” Sumedang ke depan”. Menata lingkungan Kawasan Jatinangor berarti membuka kesempatan perubahan Sumedang ke depan.

Kawasan Perkotaan Jatinangor termasuk Kawasan Cekungan Bandung. Kerusakan lingkungan dan bencana penurunan muka air tanah sebagai akibat pembangunan tak terkendali di Cekungan Bandung ini melahirkan peraturan pengetatan penggunaan air tanah. Pengetatan penggunaan air tanah ini berlaku juga untuk Kawasan Jatinangor :

  1. Saat ini sudah terjadi pembatasan dan atau tidak ada izin baru pengeboran air tanah bagi industri manufaktur , apartemen , hotel dan permukiman.
  2. Pembatasan ini akan berakibat industri manufaktur pengguna air tanah di dalam maupun di luar Kawasan Industri PT Dwipapuri Cimanggung bisa saja hengkang dari Kawasan Jatinangor . PT Dwipapuri Sumedang memperluas kawasan , invest tanah dan mendapat izin lokasi kawasan industri di Majalengka.  
  3. Kelangkaan sumber air akan menyulitkan tumbuh berkembangnya Kawasan Perkotaan Jatinangor.  
  4. Apartemen , hotel dan permukiman merespon pelarangan penggunaan air tanah ini dgn promosi “iklan” penawaran hunian bahwa kebutuhan air dipenuhi melalui PDAM Tirta Medal Sumedang. Potensi demand PDAM Tirta Medal nyata di depan mata yaitu industri manufaktur , hotel , apartemen dan permukiman. 

Sayangnya PDAM Tirta Medal juga sedang mengalami KRISIS dan belum bisa menangkap KRISIS penurunan muka air tanah menjadi peluang usaha sekaligus merawat tumbuh berkembangnya Kawasan Jatinangor …………

Adalah urgent membangun Kawasan Jatinangor berwawasan lingkungan . Bahkan Kabupaten Sumedang harus menjadi pioner menyelamatkan Cekungan Bandung dengan menjadikan Kawasan Jatinangor sebagai Kota Maju Berwawasan Lingkungan. Dengan cara ini Kawasan Jatinangor ke depan memiliki Comparative Advantage menjadi pilihan investor luberan Bandung Metropolis dan kaum migran dari manapun.

Menghadapi krisis penurunan muka air tanah di Kawasan Jatinangor tidak ada pilihan lain harus diatasi , diantaranya dengan :

  1. ITB, Unpad, Ikopin , IPDN bersama sama menata kelola 400 Ha lahan yg dikuasi dan digunakanya saat ini menjadi penyelamat sumberdaya air sekaligus penyedia air baku.
  2. Menyehatkan PDAM Tirtamedal hingga bisa menangkap peluang , mengelola sumberdaya air gravitasi dan air permukaan untuk memenuhi kebutuhan air perkotaan Kawasan Jatinangor. 
  3. Mengelola Sumber Air baku potensial bersumber dari gunung perbukitan Manglayang dan vegetasi areal HGU seluas 400 ha serta 4 sungai di Kawasan Jatinangor.

Menangkap peluang dari dua krisis yg terjadi saat ini bukan hal yang mudah . Tapi akan lebih menyulitkan jika tidak dipersiapkan dari saat sekarang.

Terima Kasih Untuk Berbagi
  • 62
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    62
    Shares
  • 62
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *