Tiana News

Berita Warga Langsung Dari Warga

OPM dan Tewasnya Sang Jenderal

Perbuatan anggota OPM membunuh seorang jenderal TNI, menurut saya, itu adalah sebuah blunder terbesar yg pernah dilakukan oleh OPM. Hal yang harusnya mereka hindari. Mungkin juga kombatan OPM itu tidak tahu jika calon korbannya itu adalah seorang perwira tinggi.

Sebab, dalam dunia kemiliteran ada adagium bahwa nyawa seorang perwira tinggi itu hanya dapat dibalaskan dengan hancurnya musuh secara total.

Tak jadi tidak, OPM jadinya harus dikikis habis. Zero tolerance..!!Bagaimana pun caranya, berapa pun biayanya dan apa pun resikonya. Itulah sumpah para jenderal. Dan itu tidak main main.

Bagaimana bisa seorang jenderal ditembak mati oleh para pemberontak amatiran seperti OPM itu? Padahal saat itu sepasukan serdadu terlatih ada ikut menjaganya..?

Menurut analisa saya, penembakan itu dilakukan dari jarak jauh. Sekitar 900 sd 1.500 meter. Menggunakan sniper rifle yg bagus. Mungkin sekelas senapan SR 99, buatan Israel Weapon Industries. Yang mungkin disusupkan lewat Australi.

Mengapa sebelumnya terkesan sulit bagi serdadu Indonesia memberantas kombatan OPM ini?

Salah satu sebabnya adalah karena kurang diturunkannya pasukan penembak runduk. Padahal, jika sekompi penembak runduk pilihan, berbekalkan SPR2 buatan Pindad saja diturunkan, yang daya jangkaunya bisa lebih dari 2.000 meter itu, maka dalam masa tidak sampai 6 bulan, mayoritas kombatan OPM itu akan sudah berganti alam. Yang lain menyerah. Atau memilih lari menyeberang ke PNG.

Apakah ada kemungkinan soldier of fortune alias tentara bayaran di tubuh OPM? Kemungkinan itu lumayan besar. Karena awalnya, kemampuan penguasaan senjata para kombatan OPM itu sebenarnya termasuk sangat rendah. Dan tidak mungkin mereka bisa menggunakan sniper rifle tanpa pelatihan khusus. Dan menggunakan obat khusus juga. Sebut saja diazepam. Pil yang akan membuat jantungmu berdetak lebih stabil, juga menghilangkan gemetaran tanganmu, hingga bidikanmu menjadi jauh lebih akurat. Selain itu, kau juga harus perhitungkan jarak, kecepatan dan arah angin, gravitasi, jenis dan kecepatan peluru, serta kemungkinan kau akan terdeteksi. Pokoknya, itu tidak mudah.

Tentara bayaran tadi mungkin menjadi instruktur mereka. Mungkin juga merangkap sebagai eksekutor pada kasus baru lalu. Mengingat tembakannya headshoot.

Lalu, bagaimana cara termudah melumpuhkan kombatan OPM?

  1. Gunakan teknologi drone canggih sebagai observer. Untuk menentukan lokasi target.
  2. Turunkan sekompi penembak runduk terpilih dan juga sekompi pasukan pendukungnya, termasuk medis dan evakuator.
  3. Ikutkan 4 orang ‘penggali kubur’. Semua mayat musuh langsung dilenyapkan begitu dapat ditemukan.
  4. No witness. Tidak boleh ada musuh yang masih hidup saat operasi selesai. Tidak boleh ada kamera kecuali yg dibawa oleh bagian dokumentasi intern. Dan tidak boleh ada wartawan, apalagi gembar gembor. Berbakti dalam senyap.

Cara mudah menjinakkan issu HAM adalah dengan ketiadaan informasi. Pure military silent operations.

  1. Jika diketahui para teroris kombatan itu turun gunung dan menyamar sebagai rakyat biasa, lakukan operasi pelenyapan malam.
  2. Deklarasikan DOM. Angkat gubernur militer Papua ad interim. Ini penting untuk mencegah masuknya aktifis aktifis gak jelas yang sebenarnya ingin Papua tetap kacau.

Apa yang sebaiknya dilakukan oleh para kombatan OPM?

Cuma satu, yakni segera kubur senjata dan lari ke PNG atau Australi. Kalau tidak, sama saja bunuh diri. Menyerah sudah bukanlah opsi yg baik lagi saat ini. Sudah terlambat. Kecuali kalian bisa menghidupkan kembali jenderal yg sudah kalian bunuh itu. Sumpah para jenderal itu tak bisa ditawar lagi. Lihat saja, status kalian yg langsung naik jadi teroris. Dan para petinggi HAM Indonesia juga tidak terlalu banyak protes. Karena kalian juga sdh membunuh banyak warga sipil.

Sumber : Facebook Bang Pilot

Terima Kasih Untuk Berbagi
  • 78
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
    83
    Shares