Relativisme Moral: Tidak Tahan Uji

Norma moral tercantum dalam suatu sistem etis yang menjadi bagian suatu kebudayaan.

Kebudayaan yang berbeda bisa mempunyai norma moral yang berbeda pula. Seandainya relativisme moral benar, maka tidak bisa terjadi bahwa dalam suatu kebudayaan mutu etis lebih tinggi atau rendah daripada dalam kebudayaan lain.

Setiap kebudayaan akan kebal terhadap kritik atas praktik-praktik moralnya. Padahal kita yakin bahwa kita berhak mengkritik masyarakat lain yang menggunakan norma-norma moral yang kita tolak. Kita yakin bahwa mutu etis setiap masyarakat tidak sama.

Seandainya relativisme moral itu benar, maka kita hanya perlu memperhatikan kaidah-kaidah moral suatu masyarakat untuk mengukur baik tidaknya perilaku manusia dalam masyarakat itu. Kalau begitu norma moral dalam setiap masyarakat harus dianggap sempurna tidak akan mungkin memperbaiki norma moral dalam suatu masyarakat.

Padahal, kita yakin bahwa kadang-kadang norma moral dalam suatu kebudayaan harus direvisi. Seandainya relativisme moral benar maka tidak mungkin terjadi di bidang moral. Semua konsekuensi dari relativisme moral ini tidak bisa diterima dan menurut logika, kalau suatu pandangan membawa konsekuensi yang tidak bisa dibenarkan, itu berarti bahwa pandangan itu sendiri tidak benar.

Kalau diselidiki secara kritis, relativisme moral tidak tahan uji.
Karena itu hanya tinggal kemungkinan lain bahwa norma adalah absolut. Dalam bukunnya Patterns of Culture Ruth Benedict menyimpulkan bahwa kita harus bersikap toleransi terhadap perbedaan-perbedaan budaya yang ada.(Lutfi S. Suhandi)

Terima Kasih Untuk Berbagi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori